Proyek Fasos Fasum PSU Lokasi 39 Buah Bojong Carenang Diduga Gagal Struktur

By Redaksi / 24/11/2025
Keterangan Foto: Kerusakan parah berupa lubang retak kulit buaya pada lapisan hotmix Jalan Lingkungan Kp. Buah Bojong, Ds. Mekarsari, Kec. Carenang, Kab. Serang yang baru selesai dikerjakan.
Keterangan Foto: Kerusakan parah berupa lubang retak kulit buaya pada lapisan hotmix Jalan Lingkungan Kp. Buah Bojong, Ds. Mekarsari, Kec. Carenang, Kab. Serang yang baru selesai dikerjakan.

Kabupaten Serang | Proyek pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur dasar di Kabupaten Serang kembali menjadi sorotan publik. Setelah Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) merilis pemenang tender proyek pembangunan Jalan Lingkungan Kp. Buah Bojong, Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, justru memunculkan tanda tanya besar.

Proyek yang dikerjakan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Serang ini memiliki pagu Rp 160 juta, dan dimenangkan oleh PT Inay Karya Mandiri dengan harga negosiasi Rp 159.790.038,39 hanya selisih Rp 209 ribu dari nilai pagu. Penawaran yang terlampau mepet ini langsung menimbulkan dugaan adanya indikasi efisiensi ekstrem yang berpotensi mengorbankan kualitas.

Namun yang lebih mencolok adalah kondisi fisik jalan. Pantauan Portal Banten dilapangan memperlihatkan kerusakan yang tidak lazim untuk proyek yang diduga baru selesai atau masih dalam masa pemeliharaan. Kerusakan itu mencakup retak kulit buaya (alligator cracking), lubang (pothole), hingga raveling, atau pelepasan butiran agregat.

Seorang ahli teknik sipil yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa retak kulit buaya yang muncul begitu cepat merupakan indikasi kegagalan struktural sejak awal.

“Jika retaknya muncul dini, artinya daya dukung tanah dasar atau lapisan pondasi bawah tidak mampu menahan beban. Ini juga bisa akibat pemadatan yang tidak optimal atau campuran aspal yang tidak sesuai standar,” ujarnya.

Kualitas pekerjaan ini ikut menyeret nama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman selaku penanggung jawab proyek. Publik mempertanyakan pengawasan teknis dalam setiap tahapan pekerjaan, mulai dari persiapan lahan, pemadatan, hingga penghamparan aspal.

Dengan anggaran mendekati Rp 160 juta, proyek ini seharusnya menghadirkan perbaikan fasilitas umum, bukan justru meninggalkan kerusakan dini yang menimbulkan kecurigaan. Di ruang diskusi publik, muncul pertanyaan: apakah terjadi kelalaian teknis, atau ada dugaan penyimpangan spesifikasi demi mengejar efisiensi biaya?

Hingga berita ini disusun, Portal Banten belum berhasil meminta konfirmasi dari PT Inay Karya Mandiri maupun pihak Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Serang.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kualitas infrastruktur bukan hanya tentang pembangunan, tetapi juga tentang transparansi, pengawasan, dan komitmen menjaga trust publik.

 

Laporan: Saipul Bahri 

Editor     : Dodi Surya Pratama 

Redaksi

Related posts

Newsletter

Dapatkan notifikasi beita terbaru.

ban11

Recent News