Gubernur Banten Dan Walikota Se-Tangerang Raya Tinjau Kondisi Kali Angke

By Redaksi / 24/07/2025
Foto: Gubernur Banten Andra Soni bersama tim BPBD menyusuri Kali Angke menggunakan perahu karet untuk meninjau titik rawan banjir di wilayah Tangerang Raya/Tangerangkota.go.id, Rabu (23/7/2025).
Foto: Gubernur Banten Andra Soni bersama tim BPBD menyusuri Kali Angke menggunakan perahu karet untuk meninjau titik rawan banjir di wilayah Tangerang Raya/Tangerangkota.go.id, Rabu (23/7/2025).

Kota Tangerang|Di tengah guyuran sinar matahari dan tumpukan sampah plastik yang berjejal di tepian Kali Angke, pemandangan heroik nan simbolik terjadi Gubernur Banten Andra Soni bersama rombongan pejabat penting dari tiga wilayah menyusuri sungai legendaris itu dengan semangat penuh gaya.

Mengenakan rompi pelampung warna-warni, para pemimpin daerah ini berlayar tenang di atas perahu karet menyisir aroma kolaborasi, kemauan politik, dan tentu saja, konten Instagramable.

Pemandangan dramatis ini dimulai dari kawasan elite Fortune 8, tempat warga lebih takut hujan daripada resesi, hingga ke Bendungan Polor di Cipondoh wilayah yang biasa jadi headline saat air bah datang.

Tak kurang dari 10,4 kilometer aliran Kali Angke dijadikan rute wisata keluhan banjir. Tentu, bukan banjir solusi, tapi banjir rencana.

“Ini bentuk konkret,” kata Gubernur Andra dengan nada yakin, seakan-akan konkret adalah sinonim dari berlayar bersama-sama di sungai penuh sampah.

Wartawan Portal Banten yang menyamar sebagai tukang dayung menemukan bahwa penyebab banjir kali ini kembali mengerucut pada tiga kambing hitam klasik: pendangkalan, penyempitan, dan pembangunan setengah hati. Tidak lupa disebutkan: partisipasi masyarakat yang “kurang sadar” karena masih gemar membuang sampah ke sungai sebuah kebiasaan yang konon sudah jadi warisan budaya kota.

“Kami akan susun kajian. Kajian yang akan dikaji kembali di rapat lintas OPD, lalu disempurnakan dengan musrenbang tematik,” ujar salah satu pejabat yang ikut susur sungai sambil menyeka keringat dan mencatat di ponsel yang rupanya hanya digunakan untuk membuka aplikasi TikTok.

Di bagian hulu, Wakil Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, tak kalah semangat. Ia menyebut pentingnya edukasi masyarakat dan “pembentukan budaya bersih,” padahal perahu yang mereka tumpangi beberapa kali harus berhenti karena nyangkut pada sofa bekas, lemari es rongsok, dan sisa kampanye caleg yang gagal.

Lalu, ke mana solusi?

Kepala BBWS C2, David Partonggo, mencoba memberi gambaran. Dari 26 kilometer proyek tanggul, baru 19 kilometer yang tuntas. Sisanya, seperti biasa, masih terganjal pada perizinan, pengadaan lahan, dan teka-teki anggaran yang belum sempat dipecahkan sejak tahun-tahun silam.

“Kami sudah bentuk tim kolaborasi penilai banjir,” ujar David, dengan nada seperti menyebut sebuah unit investigasi elite, padahal lebih sering jadi tim diskusi tanpa target.

Menurut pengamatan lapangan Portal Banten, banyak warga yang menatap iring-iringan pejabat dari atas jembatan dengan ekspresi antara bingung dan berharap. Beberapa di antaranya mengira ada syuting sinetron berjudul “Cinta Terjebak di Kali Angke”. Yang lain, hanya mengangkat ember dan berharap air tak lagi mampir ke ruang tamu mereka minggu depan.

 

Editor: Dodi Surya Pratama|Laporan Khusus oleh Tim Investigasi Portal Banten 

Redaksi

Related posts

Newsletter

Dapatkan notifikasi beita terbaru.

ban11

Recent News