Tangerang Selatan|Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17, Pengurus Cabang Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Kota Tangerang Selatan memilih merayakan dengan aksi sosial yang penuh makna. Sebanyak 100 paket makanan dan 50 mushaf Al-Qur’an dibagikan ke dua masjid dan dua yayasan yatim piatu di wilayah Tangerang Selatan. (13/7).
Mengusung tema “Berbagi untuk Negeri, Bergerak untuk Sesama”, peringatan HUT kali ini menegaskan komitmen TIDAR Tangsel untuk menghadirkan wajah politik yang humanis dan membumi. Alih-alih seremoni mewah, organisasi kepemudaan ini memilih berbagi secara langsung dengan masyarakat yang membutuhkan.
Ketua TIDAR Tangsel, M. Verza Rafif, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil gotong royong seluruh jajaran pengurus dan anggota.
“Ini bukan sekadar perayaan, melainkan refleksi tentang makna kehadiran kami sebagai organisasi pemuda. Salah satu jawabannya adalah: hadir, memberi manfaat, dan membawa harapan,” ujar Verza.
Aksi solidaritas ini melibatkan 70 anggota aktif serta seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Tangerang Selatan. Mereka menyebar ke titik-titik strategis untuk menyerahkan bantuan langsung ke masyarakat, terutama di lingkungan anak-anak yatim dan dhuafa.
Dua masjid yang dikunjungi aktif dalam pembinaan keagamaan anak-anak dan remaja, sementara dua yayasan yang disambangi menaungi puluhan anak yatim dan dhuafa. Kegiatan ini disambut hangat oleh pengelola dan masyarakat setempat.
Haykal Dzakry Wijaya Putra, Sekretaris Jenderal TIDAR Tangsel, menegaskan bahwa kegiatan sosial ini selaras dengan misi organisasi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa politik pemuda hari ini bukan hanya soal orasi dan kampanye, tapi juga soal nurani, kepedulian, dan aksi nyata,” kata Haykal.
Pembagian mushaf Al-Qur’an juga dimaknai sebagai upaya menanamkan nilai spiritual dan pendidikan agama, terutama bagi anak-anak yang tidak memiliki akses memadai.
“Kami ingin kontribusi kami tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyentuh sisi batin dan masa depan generasi muda,” tambahnya.
Ketua PAC Ciputat Timur, Nirwan Dwi Putra, yang turut hadir dalam aksi sosial tersebut, menilai bahwa kegiatan semacam ini perlu dijadikan budaya baru dalam berorganisasi.
“Di Ciputat Timur, kami ingin menjadikan TIDAR sebagai ruang terbuka untuk anak muda yang ingin belajar, peduli, dan berbuat nyata. Politik harus dimulai dari hal-hal seperti ini,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga diisi dengan dialog ringan bersama pengurus yayasan dan tokoh masyarakat setempat, membuka ruang kolaborasi untuk program sosial berkelanjutan.
Menuju Organisasi yang Semakin Matang
Memasuki usia ke-17, TIDAR Tangsel terus memperkuat konsolidasi internal sekaligus memperluas kontribusi eksternal. Bagi mereka, usia bukan sekadar angka, melainkan momentum untuk bergerak lebih besar dan lebih bermakna.
Dengan aksi nyata ini, TIDAR Tangsel berharap dapat menginspirasi organisasi pemuda lain untuk menjadikan kepedulian sosial sebagai bagian dari identitas dan pergerakan politik yang sehat. Di tangan pemuda, perubahan bisa dimulai dari hal sederhana, dari lingkungan sekitar.
Editor: Dodi Surya Pratama









