Kota Tangerang | Kepulan asap tebal menyelimuti kawasan Jalan HR Rasuna Said, Cipete, Rabu sore (23/7). Api melahap tumpukan sampah dan semak kering di lahan kosong seluas hampir setengah hektare. Tapi, sebelum bara menjalar lebih luas, petugas pemadam dari Pos Pinang sudah lebih dulu tiba.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang bertindak cepat. Dalam tempo 8 menit sejak laporan diterima pukul 17.22 WIB, Regu 2 dari Pos Pinang langsung meluncur ke lokasi dan memadamkan api yang diduga bersumber dari aktivitas pembakaran sampah liar.
“Api padam total pada pukul 18.00 WIB,” kata Mahdiar, Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kota Tangerang. Ia menjelaskan bahwa tim pemadam hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk menjinakkan kobaran yang sempat mengancam area pemukiman di sekitar lokasi.
Kebakaran ini bukan yang pertama terjadi di musim kemarau. Namun pola dan penyebabnya nyaris selalu sama: pembakaran sampah yang dibiarkan menjalar ke ilalang kering.
“Kejadian seperti ini bisa berulang jika masyarakat terus abai,” ujar Mahdiar.
BPBD mengerahkan satu unit mobil pemadam dan lima personel untuk merespons kejadian ini. Meski tidak ada korban jiwa, Mahdiar menegaskan bahwa tindakan pencegahan jauh lebih penting dibanding pemadaman.
Musim kering telah mengubah semak belukar menjadi bahan bakar. Di saat yang sama, kesadaran warga untuk tidak membakar sampah di ruang terbuka masih tergolong rendah.
“Ini soal edukasi yang belum tuntas dan pengawasan yang belum merata,” ujar seorang petugas pemadam yang enggan disebut namanya.
BPBD mengimbau masyarakat agar segera melapor jika melihat indikasi kebakaran dan tidak sembarangan membakar sampah. Karena, sebagaimana kebakaran di Cipete ini, api tak pernah menunggu.
Editor: Dodi Surya Pratama









