Bakesbangpol Serang Warning Ormas: Jangan Sampai Terseret Satgas Premanisme Prabowo

By Redaksi / 27/11/2025
IMG_20251127_103425

Kabupaten Serang | Di tengah suhu politik yang masih hangat pasca-Pemilu dan Pilkada, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Serang, Haryadi, melontarkan peringatan keras kepada seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas). Dalam forum resmi Pembinaan Organisasi Kemasyarakatan di Forbis Hotel, Waringinkurung, Rabu (26/11/2025), ia menegaskan bahwa ormas kini berada di posisi strategis sekaligus rawan.

“Ormas bukan hanya tempat menyampaikan aspirasi, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam proses pembangunan,” ujar Haryadi membuka arahannya.

Namun di balik pernyataan diplomatis itu, terselip pesan tegas. Haryadi mengingatkan bahwa pemerintah pusat melalui Presiden Prabowo Subianto telah membentuk satgas khusus pemberantasan premanisme berkedok ormas. Menurutnya, pesan itu tak bisa dianggap angin lalu oleh ormas-ormas di Kabupaten Serang.

“Semua harus berhati-hati dan menjalankan organisasi sesuai aturan. Jangan sampai ada yang terseret,” katanya.

Haryadi menilai tahun 2025 harus menjadi momentum bagi ormas untuk tampil lebih aktif dan berdaya. Ia menyebut empat poin yang harus menjadi fokus, mulai dari menjaga kualitas demokrasi, meningkatkan transparansi, hingga memperkuat kolaborasi pembangunan daerah dan merawat harmoni sosial.

“Ormas adalah penjaga keseimbangan kehidupan sosial. Kolaborasi ini sangat penting,” ucapnya.

Dalam nada yang lebih politis, ia juga menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan ormas harus diperkuat setelah turbulensi politik kontestasi nasional dan daerah.

“Pemkab Serang selalu membuka ruang dialog dan kerja sama. Mari jadikan 2025 sebagai tahun penguatan tata kelola pemerintahan dan demokrasi yang lebih matang,” ujar Haryadi.

Pernyataan Haryadi dibaca oleh sejumlah peserta sebagai sinyal bahwa pemerintah daerah tidak akan mentolerir segala bentuk penyimpangan yang kerap disamarkan lewat atribut ormas. Dengan adanya satgas nasional, ruang manuver ormas yang selama ini bergerak di area abu-abu dipastikan makin sempit.

Kegiatan pembinaan ini, bagi Pemkab Serang, bukan sekadar formalitas. Lebih dari itu, ia menjadi panggung peringatan dini bahwa era baru penataan ormas sudah dimulai. Pemerintah ingin ormas tetap kritis, tetapi tidak kebablasan; aktif, namun tetap patuh; vokal, tetapi tidak melampaui batas hukum.

Sinyal kuat itu sudah dilempar. Tinggal bagaimana ormas merespons.

 

Laporan: Saipul Bahri 

Redaksi

Related posts

Newsletter

Dapatkan notifikasi beita terbaru.

ban11

Recent News