Harga Wisata Pantai Anyer Kocar-Kacir Jelang Nataru: Pemkab Serang Turun Gunung, Ada Apa?

By Redaksi / 27/11/2025
disporapar-kabupaten-serang-lakukan-pengawasan-pelaku-usaha-pariwisata-jelang-nataru_1764254621

Kabupaten Serang | Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang tampak mulai gelisah. Berbagai keluhan wisatawan soal tarif pantai, harga makanan selangit, hingga dugaan ketidaktertiban pengelola wisata di kawasan Anyer–Cinangka kembali mencuat. Kondisi ini membuat Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) bergerak cepat melakukan pengawasan intensif.

“Ini kolaborasi dan sinergitas untuk evaluasi pembinaan serta pengawasan pelaku usaha pariwisata dalam menghadapi libur nataru,” ujar Kepala Disporapar Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya Prasadya, di sela kegiatan di Anyer Wonderland, Selasa (25/11/2025).

Tak hanya Disporapar, kegiatan ini turut menghadirkan Kepala Dinas Perhubungan Benny Yuarsa, Kalaksa BPBD Ajat Sudrajat, perwakilan PHRI, hingga pengusaha hotel, restoran, dan pengelola pantai.

Salah satu sorotan utama adalah ketidaksamaan tarif masuk pantai. Anas mengungkapkan secara resmi harga masuk ke Pantai Anyer dan Cinangka sebenarnya murah, hanya Rp10 ribu–Rp15 ribu. Namun fakta di lapangan kerap berbeda.

“Perlu langkah lanjutan untuk menyamakan harga. Sudah beberapa kali kami rapat, tapi ada faktor-faktor kesulitan yang harus diatasi bersama,” katanya.

Disporapar menilai penyamaan harga penting untuk menjaga kepercayaan wisatawan dan menghindari kesan “jebakan turis” yang selama ini sering dikeluhkan.

Tak berhenti di tarif wisata, Disporapar juga mulai menyorot kontribusi hotel, terutama soal pajak daerah dan implementasi Corporate Social Responsibility (CSR).

Menurut Anas, hotel-hotel perlu dievaluasi bersama agar perhitungan pajaknya jelas dan manfaatnya kembali kepada pengembangan wilayah wisata.

“CSR juga penting. Masyarakat sekitar harus merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Kepala Bidang Peningkatan Daya Tarik Wisata, Dito Candra Wirastyo, menambahkan bahwa pihaknya setiap tahun mengeluarkan imbauan agar harga makanan dan minuman di kawasan wisata tetap wajar. Namun, kenyataannya masih banyak pedagang memasang tarif tak masuk akal.

“Kami tidak punya kewenangan mengatur harga secara pasti. Mereka punya estimasi sendiri. Harapan kami, tetap dalam batas wajar,” ucapnya.

Beberapa restoran bahkan dinilai tidak aktif atau tidak efisien karena kesulitan bahan baku, yang membuat harga semakin tak terkendali.

Evaluasi telah dilakukan. Keluhan wisatawan sudah lama terdengar. Kini publik menanti langkah konkret Pemkab Serang: apakah tarif pantai dan makanan di Anyer–Cinangka akhirnya akan benar-benar “dinormalkan”? Atau fenomena harga liar ini akan terulang setiap liburan besar?

Sementara itu, pelaku usaha diminta bersiap karena musim Nataru kali ini pengawasannya tidak lagi sekadar formalitas.

 

Editor: Dodi Surya Pratama 

Redaksi

Related posts

Newsletter

Dapatkan notifikasi beita terbaru.

ban11

Recent News