U-Ditch Bergelombang Dibongkar, Dinas DTRB Dapat Pencerahan Dari Kritik Warga

By Redaksi / 02/08/2025
Foto: Pekerja membongkar dan memasang ulang saluran U-Ditch di Alun-Alun Sukamulya, Kabupaten Tangerang, usai mendapat sorotan terkait pemasangan awal yang tidak sesuai standar teknis.
Foto: Pekerja membongkar dan memasang ulang saluran U-Ditch di Alun-Alun Sukamulya, Kabupaten Tangerang, usai mendapat sorotan terkait pemasangan awal yang tidak sesuai standar teknis.

Tangerang | Setelah sempat menjadi headline dengan pemasangan U-Ditch ala roller coaster, proyek pembangunan lanjutan Alun-Alun Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, akhirnya membongkar kembali saluran air yang bikin warga geleng kepala.

Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kabupaten Tangerang akhirnya menunjukkan bahwa mereka membaca berita juga dan langsung ambil tindakan. Sabtu, 2 Agustus 2025, U-Ditch yang sempat “berjiwa bebas” itu resmi dibongkar.

Langkah ini dianggap sebagai bentuk pencerahan instan setelah banjir kritik datang dari warga dan pemerhati pembangunan. Bagaimana tidak, saluran air yang seharusnya mengalirkan air malah lebih mirip lintasan skateboard, lengkap dengan tanjakan dan turunan bonus.

Proyek senilai Rp 1,9 miliar yang digarap oleh CV. Adreena Khey akhirnya disorot bukan hanya karena nilainya, tapi karena kualitasnya yang dinilai layak masuk museum kontruksi gagal.

Namun, Dinas DTRB tak tinggal diam. Mereka pun menunjukkan taringnya bukan ke kontraktor, tapi ke U-Ditch dengan memerintahkan pembongkaran dan pemasangan ulang.

“Kami mengapresiasi Dinas DTRB yang akhirnya sadar bahwa air tidak bisa mengalir ke atas,” kata seorang warga sambil menunjuk U-Ditch lama yang kini sudah jadi sejarah.

Respon cepat ini dianggap sebagai angin segar, sekaligus angin peringatan bagi kontraktor lain agar tidak lagi memasang proyek publik dengan pendekatan asal pasang, asal rapih di laporan.

Pembongkaran ini tidak hanya soal beton, tapi juga pembongkaran ego kontraktor yang kerap merasa proyek milik sendiri, bukan milik rakyat.

Menurut laporan investigasi sebelumnya berjudul “Dituding Biarkan Pemasangan U-Ditch Bergelombang, Ini Respons PPTK Kabupaten Tangerang”, pihak DTRB sempat mengatakan bahwa proyek belum selesai dan hanya “penyesuaian level”. Kini, warga menilai “penyesuaian level” itu berhasil diartikan secara harfiah: dibongkar dari level lama, dan dipasang ulang sesuai standar.

“Ini cambuk keras buat kontraktor yang suka ngerjain proyek kayak bikin puzzle anak TK,” ujar warga lainnya.

Kini, warga berharap kualitas U-Ditch pasca dibongkar dapat meningkat, tidak hanya dari segi kemiringan dan tinggi, tetapi juga dari sisi komitmen dan profesionalisme pelaksana proyek. Karena di balik setiap saluran air, ada aliran pajak rakyat yang mengalir deras.

Dan semoga, setelah kasus ini, Dinas DTRB tidak hanya aktif setelah viral, tapi juga hadir sebelum proyek jadi masalah.

 

Laporan: Redaksi| Editor: Dodi Surya Pratama 

Redaksi

Related posts

Newsletter

Dapatkan notifikasi beita terbaru.

ban11

Recent News