Kota Serang | Prosesi itigosah dan pelantikan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Ats-Tsauroh berlangsung khidmat pada 2025. Acara dirangkaikan dengan tabligh akbar dan dihadiri jajaran pimpinan Kota Serang serta tokoh masyarakat Banten.
Kegiatan dihadiri Sekretaris Daerah Kota Serang Drs. H. Nanang Saepudin, M.Si, Wali Kota Serang H. Budi Rustandi, S.E., Ketua DPRD Kota Serang Muji Rohman, S.H., M.H., tokoh Banten KH. Embay Almusyarip, Kepala Bappenda Kota Serang, para lurah se-Kota Serang, serta undangan terbuka untuk masyarakat.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh KH. Ridho Abdul Wahab. Ketua panitia, Drs. Sebagio, M.Si, selaku Asisten Pemerintahan dan Kesra, menyampaikan bahwa masa jabatan pengurus DKM Ats-Tsauroh ditetapkan untuk periode 2025–2029.
Pengambilan sumpah jabatan dilakukan langsung oleh Wali Kota Serang, H. Budi Rustandi, S.E.
Dalam sambutan perdananya, Ketua DKM Masjid Agung Ats-Tsauroh yang baru dilantik, H. Khaeroni, S.Sos, mengucapkan rasa syukur dan menegaskan komitmen untuk memperbaiki tata kelola masjid.
“Masjid Agung Ats-Tsauroh ini milik masyarakat Kota Serang. Mohon bantu untuk menjaga marwahnya. Itu amanat dari para tokoh, terutama KH. Embay,” ujar Khaeroni. Ia menegaskan akan membenahi fasilitas, membentuk RISMA (remaja masjid), menambah kegiatan pengajian, serta memperbaiki area wudhu agar lebih tertib terutama saat Ramadan.
Tokoh Banten, KH. Embay Almusyarip, menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus baru seraya mengingatkan banyaknya persoalan yang harus dibereskan.
“Semoga ketua yang baru bisa amanah. Kepada seluruh pengurus, kelolalah masjid dengan ibadah karena Allah, bukan untuk mencari imbalan,” tegas Embay.
Wali Kota Serang H. Budi Rustandi dalam sambutannya menekankan bahwa pelantikan ini bukan sekadar formalitas, tetapi memiliki makna besar bagi pembenahan rumah ibadah terbesar di Kota Serang tersebut.
“Saya ucapkan selamat kepada pengurus baru. Tolong kalau bisa Masjid Agung Ats-Tsauroh dibuat lebih terang lagi, terutama penerangannya,” kata Budi.
Acara ditutup dengan doa bersama dan ajakan menjaga persatuan.
“Damai Indonesiaku, sejahtera Kota Serangku,” menjadi penutup yang menggema dari panggung utama.
Laporan: Eni Nuraeni | Editor: Dodi Surya Pratama









