Serang, portalbanten.id|Sebuah video yang viral di sosial media menayangkan Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, menyebutkan “oknum wartawan dan LSM” dalam konteks pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Potongan video itu menuai kritik dari guru, kepala sekolah, dan kalangan pers lokal.
Menanggapi situasi tersebut, Nur Agis Aulia menyatakan permintaan maaf. Ia menjelaskan potongan video yang beredar tidak mewakili keseluruhan pernyataannya, sehingga menimbulkan salah paham:
“Video itu sebenarnya belum selesai. Potongan yang beredar hanya sebagian, sehingga maknanya berbeda dan menimbulkan kesalahpahaman,” katanya, Selasa (10/6).
Kecurigaan publik terhadap pernyataan misoginik itu meningkat setelah banyak kepala sekolah melaporkan tekanan dari oknum wartawan dan LSM terutama jelang penerimaan murid baru (SPMB) 2025. Mereka bahkan menyampaikan adanya permintaan dana atau pungutan dari pihak yang mengaku wartawan atau LSM
Menyikapi dinamika tersebut, Pemkot Serang akan mengundang seluruh kepala sekolah. Sesi dialog ini bertujuan menjelaskan alur penggunaan dana BOS, meningkatkan transparansi, dan memberdayakan kontrol internal serta eksternal.
“Kami akan undang semua kepala sekolah. Kita ingin transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana BOS, dan ini akan kami lakukan secara terbuka,” tegasnya.
Selain itu, Pemkot berencana menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) yang melibatkan organisasi wartawan dan LSM profesional. Tujuannya mendampingi kepala sekolah agar tidak terganggu oleh tekanan oknum saat menjalankan tugas SPMB (Eni Nuraeni)









