Jakarta | Pertamina Patra Niaga tak hanya dikenal sebagai penyedia energi, tetapi juga tampil sebagai motor pelestarian budaya Nusantara. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), anak usaha Pertamina ini memboyong musik angklung dari Kampung CSV Udjo Ecoland, Bandung, untuk mengguncang Paviliun Indonesia di World Expo Osaka 2025.
Alunan bambu khas Sunda itu tidak sekadar menghibur, melainkan menjadi simbol diplomasi budaya Indonesia.
Lagu-lagu daerah, musik kebangsaan, hingga komposisi Jepang dan internasional dibawakan dengan apik, mengundang decak kagum pengunjung mancanegara. 3 September 2025
“Pertamina Patra Niaga hadir sebagai mitra masyarakat dalam menjaga keberlanjutan budaya. Kami ingin memastikan warisan bangsa tetap hidup, relevan, dan mampu menjangkau generasi mendatang maupun masyarakat internasional,” ujar Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Marchelino Verieza.
Udjo Ecoland bukan nama baru di pentas dunia. Angklung mereka sudah diakui UNESCO sejak 2010 sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia. Prestasi internasional pun panjang: dari “Heritage and Cultural Gold Award” di Korea Selatan, Guinness World Records di Amerika Serikat, hingga penghargaan ASEANTA Award di Filipina. Tahun ini, selain Expo Osaka, mereka juga tampil di Sri Lanka dan Turki.
Tak heran jika kiprah kelompok ini dianggap membawa harmoni lokal ke panggung global, sekaligus menguatkan citra positif Indonesia.
Laporan Redaksi









