Kota Tangerang | Kevin Ananda akhirnya bisa bernapas lega. Pemuda asal Cipondoh, Kota Tangerang, itu kembali memegang ijazah SMK yang tertahan sejak 2023 akibat tunggakan biaya sekolah. Penantian dua tahun yang berulang kali mengubur peluang kerja itu berakhir setelah Pemprov Banten melalui UPZ Baznas turun tangan.
Penebusan dilakukan langsung oleh UPZ Baznas Banten di SMKS Bangun Nusantara, Kota Tangerang. Dana yang digunakan berasal dari zakat aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Banten yang dikelola UPZ Baznas di bawah koordinasi Biro Kesra.
Total tunggakan mencapai sekitar Rp10 juta. Keluarga Kevin, yang hidup dari pendapatan buruh harian, sudah menyicil sebagian. Namun sisa Rp7,5 juta tak kunjung lunas hingga akhirnya dilunasi melalui bantuan pemerintah provinsi.
Selama dua tahun, Kevin berkali-kali lolos seleksi kerja tahap awal. Tetapi semuanya kandas di tahap akhir karena satu syarat sederhana: menunjukkan ijazah asli. “Ijazah itu penting sekali. Tanpanya, dia selalu gagal,” kata perwakilan UPZ Baznas Banten, Rona Apriyana.
Rona menyampaikan rasa syukur atas penebusan ini dan menyebut kehadiran pimpinan daerah serta kepedulian ASN sebagai penopang masa depan Kevin. Program ini, katanya, membuktikan bahwa dana zakat bisa menjadi intervensi langsung untuk membuka akses kerja, bukan sekadar bantuan konsumtif sesaat.
UPZ Baznas Banten menyatakan, masyarakat yang mengalami persoalan serupa dapat berkonsultasi untuk mendapatkan pendampingan.
“Jangan diam, laporkan. Kami dorong agar tidak ada lagi anak muda kehilangan kesempatan hanya karena ijazah tertahan,” ujar Rona.
Kasus Kevin menjadi gambaran telanjang tentang bagaimana satu dokumen pendidikan dapat menentukan nasib ekonomi keluarga. Pemerintah daerah berharap langkah ini menjadi pemicu perubahan di sekolah-sekolah yang masih menahan ijazah akibat tunggakan.
Masa depan Kevin kini terbuka kembali. Ia bersiap melamar kerja lagi kali ini dengan ijazah di tangan.
Editor: Dodi Surya Pratama









