Wujudkan Masyarakat Berdaya Saing, Kelurahan Gerem Gandeng PT. PLN UIPJBB Gelar Pelatihan K3 Umum

By Redaksi / 12/07/2023
IMG-20230711-WA0055
Spread the love

Cilegon, PB|Banyaknya usia produktif yang belum mendapatkan pekerjaan di Kota Cilegon, khususnya di Kelurahan Gerem, mengundang atensi Pemerintah untuk mengembangkan potensi masyarakatnya. Oleh karenanya, Kelurahan Gerem, menggandeng PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat untuk mengadakan pelatihan Ahli K3 Umum Sertifikasi BNSP, Selasa (11/7/2023).

Sebanyak 50 peserta dari warga Kelurahan Gerem memenuhi Aula Hotel Gondang untuk mengikuti Pelatihan Ahli K3 Umum. Nampak hadir pula pejabat Kelurahan Gerem, Dinas Tenaga Kerja Kota Cilegon, pimpinan LKK Se-Kelurahan Gerem, Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa Kelurahan Gerem dan perwakilan PT PLN UIPJBB.

Rahmadi Ramidin, Lurah Gerem menjelaskan, berdasarkan data yang ia terima dari Dinas Ketenagakerjaan Kota Cilegon, dari 14.830 penduduk Gerem, 1.500 orang di antaranya sedang dalam pencarian lapangan kerja. Angka tersebut dinilai cukup besar, mengingat Kota Cilegon, khususnya Gerem adalah wilayah industri. Dimana industri tersebut adalah industri padat modal yang menggunakan mesin dan teknologi tinggi serta dioperasikan oleh karyawan yang tersertifikasi.

Ia pun seringkali dihubungi oleh beberapa perusahaan terkait adanya peluang kerja di bidang Ahli K3, namun masyarakat belum bisa memenuhi peluang tersebut, mengingat SDM yang ada belum memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.

Maka dari itu, pelatihan dan sertifikasi dirasa sangat perlu untuk membangun SDM yang memiliki daya saing. Akan tetapi, karena 60% penduduknya berpendidikan SMA, Rahmadi menilai bahwa sertifikasi BNSP dapat menjadi penunjang. Sebab, sertifikasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Tenaga Kerja memiliki ketentuan yang belum bisa dicapai, karena pendidikan minimalnya adalah D3.

Program pelatihan Ahli K3 Umum ini adalah yang pertama kalinya di Cilegon, sebab belum ada pelatihan dan sertifikasi yang di dorong langsung oleh Kelurahan. Maka, Lurah berharap program ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para peserta untuk dapat bersaing di dunia industri.

Umul Mahtum, Kasubbag TU Balai Latihan Kerja mewakili Dinas Tenaga Kerja Kota Cilegon menanggapi positif akan hal ini. Kegiatan dengan Anggaran Non-APBD ini dinilai sangat membantu, apalagi sebagai Kota Industri, angka pengangguran di Cilegon cukup mengkhawatirkan dan membuat pemerintah harus berpikir ekstra keras dalam memanfaatkan anggaran yang terbatas.

Sebagai instansi yang rutin memberikan pelatihan keterampilan, khusus pada kegiatan ini, Dinas Tenaga Kerja Kota Cilegon sangat mengapresiasi langkah yang diambil oleh Lurah Gerem yang berhasil menggandeng PT. PLN UIPJBB untuk menggelar Pelatihan Ahli K3 Umum, dan secara teknis diserahkan sepenuhnya kepada PT. Garuda Systrain Interindo dan BNSP selaku pelaksana program tersebut. Dengan harapan, dapat menekan angka pengangguran, yang pada sebelum tahun 2022, Cilegon menempati peringkat ketujuh.

PLN UIPJBB tidak serta-merta memberikan dana CSR-nya. Sebab menurut Rory Erlando, Asisten Manajer Perizinan dan Umum, program yang diajukan harus selaras dengan koridor PLN, yakni salah satunya mengutamakan sektor pemberdayaan dan pengembangan masyarakat di wilayah sekitar. Yang secara kebetulan, pengajuan dari Kelurahan Gerem sangat sesuai, sehingga dapat segera direalisasikan.

Tidak menutup kemungkinan, sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan yang diprogramkan, akan ada kegiatan lainnya yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat agar dapat mengembangkan (upgrade) diri. Karena pihak PLN telah menerima beberapa pengajuan program dari Gerem yang dinilai sangat baik.

Langkah yang diambil Rahmadi sebagai Lurah Gerem cukup cermat. Dirinya memperhatikan peluang demi peluang untuk memecahkan masalah yang ada di wilayahnya. Bahkan, sekaligus menjalankan amanat Undang-Undang Dasar 1945 tentang Hak Asasi Manusia pada Pasal 28C ayat 1, yang berbunyi.

“Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia,” (Budi).

Redaksi

Related posts

Newsletter

Dapatkan notifikasi beita terbaru.

ban11

Recent News